
borneonews.co.id
25 Januari 2017
http://www.borneonews.co.id/berita/49351-minyak-sawit-rebound-apa-pemacunya
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah selama empat sesi terakhir selalu melemah, akhirnya harga minyak sawit berhasil rebound dan mencatat penguatan cukup signifikan, Selasa (25/1/2017).
Harga minyak sawit yang melonjak hingga mencapai level tertinggi tiga pekan, menurut pelaku pasar dari Kuala Lumpur, seperti dikutip Reuters, adalah berkat dukungan dari sentimen positif penguatan harga minyak nabati di Dalian Commodity Exchange, Tiongkok.
Selain itu, dukungan penguatan juga berasal dari ekspektasi menurunnya produksi minyak sawit pada Januari. Penurunan produksi itu terjadi akibat dampak dari banjir yang melanda sejumlah area perkebunan ssawit di Malaysia. Sementara tingginya permintaan ekspor juga ikut menopang penguatan harga.
Futures minyak sawit untuk kontrak April, 1FCPOc3, di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melesat 1,7 persen dan ditutup di level 3.149 ringgit ($710) per ton.
Sebelum penutupan, harga minyak sawit sempat menyentuh 3.163 ringgit, yang merupakan level tertinggi sejak 19 Januari.
Untuk minyak nabati lain, minyak kedelai kontrak Maret, BOH7, di CBOT menguat 1,2 persen, sedangkan minyak kedelai kontrak Mei di Dalian Commodity Exchange, DBYcv1, menanjak 1,4 persen. (NEDELYA RAMADHANI/m)
Sempat Disetop, Kasus penggelapan Minyak Sawit Siap Disidangkan
Kamis, 02 Maret 2017
Tidak Dihadiri Dirut, Dewan Batalkan Hearing dengan Eampat Perusahaan Sawit
Kamis, 02 Maret 2017