Ini Upaya Malaysia Jadikan Sawit Komoditas Andalan

Borneonews.co.id

19 Desember 2016

 

Ini Upaya Malaysia Jadikan Sawit Komoditas Andalan

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada 2017, minyak sawit Malaysia akan memasuki masa penanaman 100 tahun. Sebuah pencapaian luar biasa untuk menempatkan negeri jiran itu di posisi kedua setelah Indonesia sebagai penghasil sawit terbesar dunia.

Dengan perjalanan panjang itu, Malaysia terus berupaya keras agar komoditas ini tak hanya sebagai lumbung uang bagi kemakmuran rakyatnya, melainkan juga baik bagi lingkungan. 

Menurut Lembaga Minyak Sawit Malaysia (MPOC), upaya terkini yang dilakukan pemerintah Malaysia untuk menempatkan sawit sebagai komoditas andalan adalah dengan membentuk Malaysian Palm Oil Certification Council (MPOCC), yaitu lembaga sertifikasi minyak sawit. 

Lembaga yang dibentuk pada Oktober 2015 itu bertugas membangun kerjasama dengan Malaysian Sustainable Palm Oil Certification (MSPO) untuk membentuk standar regulasi dan penerapan bisnis dalam industri sawit Malaysia. Tujuannya jelas, yaitu untuk memastikan praktik penanaman dan pengolahan lahan sawit yang benar, selain juga praktik berkesinambungan yang selaras standar internasional, yakni MSPO.

Adapun standar sertifikasi MSPO, menurut data MPOC yang diakses, Senin (19/12), adalah upaya untuk mengakui dan menghargai kualitas produk dan pengolahan minyak sawit Malaysia yang sesuai dengan legislasi dan standar internasional.

Sertifikasi ini mencakup seluruh aspek produksi minyak sawit, mulai dari saat panen hingga menjadi produk akhir.  (NEDELYA RAMADHANi/m)

 

Bagikan

RELATED POST

Informasi Sawit Nasional dan Internasional (Pasar Global)


Kejutan Astra Agro

Informasi Sawit Nasional dan Internasional (Pasar Global)


Sempat Disetop, Kasus penggelapan Minyak Sawit Siap Disidangkan

Informasi Sawit Nasional dan Internasional (Pasar Global)


Tidak Dihadiri Dirut, Dewan Batalkan Hearing dengan Eampat Perusahaan Sawit

Event

Pengunjung