Prospek Usaha - PTPN yang Akan IPO Bergerak di Bisnis Sawit “Holding” Perkebunan Siapkan Anak Usaha IPO pada 2018
Kategori : Informasi Sawit Nasional dan Internasional (Pasar Global) Posted : Selasa, 20 Desember 2016

koran-jakarta.com

20 Desember 2016

 

Prospek Usaha - PTPN yang Akan IPO Bergerak di Bisnis Sawit

“Holding” Perkebunan Siapkan Anak Usaha IPO pada 2018

 

IPO PTPN dimulai dari perusahaan yang sudah siap dengan memiliki luas lahan sekitar 100.000 hektare.

JAKARTA – Induk usaha (holding) perkebunan pelat merah, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau (PTPN III) berencana melepas salah satu anak usahanya ke publik melalui skema penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

Direktur Utama PTPN III Holding, Elia Massa Manik, mengatakan anak usaha Perseroan yang sedang disiapkan untuk IPO memiliki kinerja yang cukup baik. Bahkan anak usaha tersebut memiliki laba tahun ini hampir 400 miliar rupiah. Lalu, aliran dana operasional atau net operating cash flow sekitar 800 miliar rupiah. “Ada satu PTPN yang disiapkan untuk IPO pada 2018,” ungkapnya di Jakarta, Senin (19/12).

Namun, Massa masih belum bisa menyebutkan PTPN berapa yang akan IPO namun PTPN tersebut bergerak di bisnis sawit. Diharapkan PTPN tersebut bisa melantai pada semester pertama 2018. Saat ini penunjukkan penjamin emisi efek atau underwriter sedang disiapkan dan tim internal sudah terbentuk. “Semua persiapannya sudah kita mulai sosialisasikan di internal,” ucapnya.

Massa menjelaskan, ke depan masih akan ada lagi PTPN yang akan IPO. Hal ini sebagai strategi untuk memberikan kenyamanan pada perbankan yang membantu pendanaan sehingga mereka punya jalan keluar. “Pada dasarnya semua PTPN mempunyai potensi dan dari sisi investor punya ukuran risikonya masing-masing sehingga berani berinvestasi,” ungkapnya.

Diungkapkan, dari sepuluh PTPN, yakni PTPN I sampai X, sebenarnya mempunyai perkebunan kelapa sawit. Namun, dalam penunjukan IPO akan dimulai pada perusahaan yang sudah siap dengan memiliki luas lahan sekitar 100.000 hektare. “Padahal di tangan holding terdapat 450.000 hektarer tanaman sawit dengan produktifitas yang lebih baik. Namun, kita akan mulai 100.000 hektare,” jelasnya.

Kementerian BUMN sebelumnya sudah merencanakan untuk meng-IPO-kan PTPN VII namun dibatalkan karena mengalami kerugian hingga 500 miliar rupiah. Selain itu, PTPN VII mengalami over investment sehingga mengalami masalah keuangan. Ditambah lagi sistem pengelolaannya perlu banyak perbaikan. “Maka itu dengan adanya direksi baru PTPN VII diharapkan bisa recovery pada tiga tahun mendatang,” ujar Massa.

Dana Segar

Selama periode 2016 hingga 2018 mendatang, Perseroan membutuhkan pendanaan sebesar 13 triliun rupiah. Sedangkan pada tahun ini Perseroan telah memperoleh pendanaan dari perbankan sebesar 2 triliun rupiah. “Kita butuh injeksi dana segar 13 triliun rupiah hingga 2018. Tahun depan kita ambil lagi 6 triliun rupiah,” papar Massa.

Perseroan menargetkan penjualan pada 2017 sebesar 46,7 triliun rupiah atau tumbuh 34,9 persen dibandingkan perkiraan hingga akhir tahun ini 34,62 triliun rupiah. Saat ini laba yang berhasil diperoleh rata-rata sebesar 150-250 miliar rupiah. “Di tahun depan kami optimis meraih net profit 650 miliar rupiah hingga 1 triliun rupiah,” pungkasnya.

yni/AR-2

Bagikan

RELATED POST

Informasi Sawit Nasional dan Internasional (Pasar Global)


Kejutan Astra Agro

Informasi Sawit Nasional dan Internasional (Pasar Global)


Sempat Disetop, Kasus penggelapan Minyak Sawit Siap Disidangkan

Informasi Sawit Nasional dan Internasional (Pasar Global)


Tidak Dihadiri Dirut, Dewan Batalkan Hearing dengan Eampat Perusahaan Sawit

Event

Pengunjung