Bibit Tak Bersertifikat Pengaruhi Hasil Produksi TBS
Kategori : Informasi Sawit Nasional dan Internasional (Pasar Global) Posted : Jum'at, 16 Desember 2016

riaupos.co

16 Desember 2016

 

Bibit Tak Bersertifikat Pengaruhi Hasil Produksi TBS

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO)- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Rokan Hulu menyebutkan, para petani kelapa sawit swadaya mayoritas tanaman kelapa sawitnya tidak menggunakan bibit unggul atau tidak bersertifikat.  Kondisi itu telah merugikan para petani kelapa sawit di Rohul, akibatnya saat panen terjadi penurunan produksi tandan buah segar (TBS).


‘’Sekarang hasil panen TBS kelapa sawit petani swadaya di Kabupaten Rohul menurun. Yang seharusnya, pada bulan ini, panen TBS belum memasuki musim trek. Tapi itu terjadi, akibat penggunaan bibit kelapa sawit yang tidak bersertifikat atau bibit unggul,’’ ungkap Ketua DPD Apkasindo Rohul H Ardiman Daulay, Rabu (14/12), terkait keluhan para petani di saat harga jual TBS naik, produksi TBS kelapa sawit trek.


Menurutnya, DPD Apkasindo masih menemukan sejumlah petani kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu yang telah terlanjur menggunakan bibit kelapa sawit palsu atau tidak bersertifikat.

 Sehingga saat panen, hasil produksi TBS tidak maksimal. ’’Kita tahu hasil panen kebun kelapa sawit pola KKPA seperti PTPN V mendapatkan hasil rata-rata 32-34 ton per hektare karena perusahaan plat merah itu menggunakan bibit unggul. Sementara petani kelapa sawit swadaya di Rohul panennya rata-rata 10-20 ton per hektare. Ada selisih panen dari hasil produksi TBS yang menggunakan bibit unggul dengan penggunaan bibit yang tidak sertifikat sekitar 22-24 ton per hektare dengan pola KKPA. Tentunya petani dirugikan, hal itu akibat masih rendahnya SDM petani tentang penggunaan bibit unggul kelapa sawit,’’ jelasnya.


Ardiman meminta Dinas Kehutanan Perkebunan (Dishutbun) Rohul untuk dapat mengawasi peredaraan bibit sawit palsu atau tidak memenuhi standar di tingkat petani swadaya Rohul.

Karena petani dirugikan, akibat penggunaan bibit kelapa sawit yang kini banyak beredar di Kabupaten Rohul.(epp)


Bagikan

RELATED POST

Informasi Sawit Nasional dan Internasional (Pasar Global)


Kejutan Astra Agro

Informasi Sawit Nasional dan Internasional (Pasar Global)


Sempat Disetop, Kasus penggelapan Minyak Sawit Siap Disidangkan

Informasi Sawit Nasional dan Internasional (Pasar Global)


Tidak Dihadiri Dirut, Dewan Batalkan Hearing dengan Eampat Perusahaan Sawit

Event

Pengunjung