Tiongkok Diminta Permudah Ekspor Produk Indonesia
Kategori : Berita DMSI Posted : Rabu, 07 November 2018

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

mediaindonesia.com

7 November 2018

Penulis: Cahya Mulyana dari Shanghai, Tiongkok

http://mediaindonesia.com/read/detail/196112-tiongkok-diminta-permudah-ekspor-produk-indonesia

Tiongkok Diminta Permudah Ekspor Produk Indonesia

 

PEMERINTAH Indonesia meminta Tiongkok menghapus peraturan yang kerap menghambat hubungan dagang kedua negara. Sebaliknya, Indonesia akan melakukan hal sama supaya transaksi kedua negara semakin baik.

Hal itu disampaikan delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok di sela-sela acara China Internasional Import Expo (CIIE) di Shanghai, Selasa (6/11).

“Hubungan dagang Indonesia dengan Tiongkok tumbuh bersama sejak lama, seperti pada abad ke-15 perwakilan Tiongkok sering mendatangi Jawa dan Sumatra. Maka hubungan yang sangat erat ini diharapkan dapat menyelesaikan hambatan yang kerap ditemui dan mencari titik tengah yang saling menguntungkan,” tegas Luhut.

Sejauh ini, pemerintah Indonesia tengah menyoroti pengetatan produk sarang burung walet yang dilakukan Tiongkok. Padahal dengan kualitas sama, produk Malaysia dan Vietnam tidak mendapatkan kebijakan serupa. Tidak hanya soal kualitas, penerapan pajak juga dikenakan untuk sarang burung walet asal Indonesia. Hal itu sangat merugikan karena Tiongkok merupakan salah satu tujuan terbesar ekspor sarang burung walet asal Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto mengatakan pihaknya akan meminta hambatan tersebut dihilangkan. Upaya tersebut tak hanya lewat pembahasan khusus melalui jalur diplomasi, tapi juga memperlihatkan langsung kualitas sarang burung walet Indonesia di ajang CIIE.
“Kalau kedua negara tidak mau menyelesaikan pengenaan bea masuk  yang bisa menghambat dan akan terus berkepanjangan, apa bedanya dengan perang dagang AS dan Tiongkok. Itu yang tidak saya kehendaki,” kata Enggar.

Menurut dia, pejabat Indonesia dan Tiongkok terus berunding yang pada intinya ­ingin menyelesaikan hambatan itu secara bertahap. Salah satu permintaan Indonesia kepada Tiongkok, kata Enggar, ialah agar ‘Negeri Tirai Bambu’ terus meningkatkan impor nonmigas dari Indonesia .

Permintaan itu, kata Enggar, sudah dipenuhi Tiongkok dengan meningkatkan impor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sehingga defisit perdagangan cenderung berkurang tiap tahun. “Hal ini juga sesuai dengan janji Presiden Xi Jinping kepada Presiden Jokowi yang bersedia mengurangi defisit perdagangan dengan Indonesia,” katanya.

Tingkatkan ekspor
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dalam tiga tahun terakhir (2015-2017) neraca perdagangan Indonesia dan Tiongkok selalu mengalami defisit. Namun, angkanya cenderung mulai turun setiap tahun, yakni US$15,96 miliar pada 2015 turun menjadi US$15,57 miliar pada 2016 dan US$14,16 miliar pada 2017.

Dalam kesempatan itu, Mendag juga mengingatkan pengusaha Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke Tiongkok. “Pemerintah Tiong-kok membuka diri terhadap produk impor. Ini peluang bagi Indonesia untuk terus promosi ke negara tersebut,” kata Enggar.


CIIE 2018 yang berlangsung di National Exhibition and Convention Center, Shanghai, pada 5-10 November tentunya menjadi ajang promosi bagi pengusaha Indonesia untuk memasarkan produk mereka. (E-2)

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung