Ekonomi Tetap Tumbuh walau PSBB Diperketat
Kategori : Berita Anggota Posted : Jum'at, 08 Januari 2021

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

 

mediaindonesia.com

 

8 Januari 2021

 

Oleh: M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

 

https://mediaindonesia.com/ekonomi/375116/ekonomi-tetap-tumbuh-walau-psbb-diperketat

 

 

 

Ekonomi Tetap Tumbuh walau PSBB Diperketat

 

 

 

 

MESKI pemerintah menerapkan PSBB dengan pengetatan di DKI Jakarta dan 23 kabupaten/kota di Jawa Bali pada 11-25 Januari, perekonomian diprediksikan tetap tumbuh positif.

 

 

“Kami proyeksikan sampai akhir tahun (tumbuh) di kisaran 5%. Beberapa indikator yang mendorong pemerintah optimistis di antaranya IHSG menguat di level 6.128. Rupiah menguat sehingga tentu ini juga menunjukkan confident-nya pasar dan sektor keuangan,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa pers virtual di Jakarta, kemarin.

Airlangga juga menunjukkan indeks Purchasing Manufactur Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mencapai 51,3 dan beberapa harga komoditas mencapai harga tinggi, di antaranya minyak kelapa sawit, batu bara, dan nikel.

 

 

“Vaksinasi yang dimulai pertengahan Januari 2021 diharapkan memberikan kepercayaan masyarakat setelah sebelumnya ekonomi terpuruk dalam akibat pandemi. Pemerintah memperhatikan kebutuhan masyarakat yang utama, seperti kesehatan, kehidupan sosial, dan ekonomi masyarakat,” ujar Airlangga.

 

 

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyarankan agar pertumbuhan ekonomi sesuai target, pemerintah menggenjot daya beli masyarakat untuk memperkecil dampak pengetatan PSBB secara signifi kan.

 

 

 “Selain itu, untuk menjaga kepercayaan konsumen menengah atas, pemerintah perlu mendorong kesuksesan program vaksinasi tahap awal yang tentunya tetap diikuti oleh protokol kesehatan,” ungkap Josua.

Josua menambahkan belanja bansos dan anggaran kesehatan yang dialokasikan untuk program vaksinasi di awal tahun ini perlu diprioritaskan untuk menopang konsumsi masyarakat.

 

 

Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan pariwisata sebagai salah satu sektor penghela pertumbuhan masih memerlukan waktu dua tahun untuk recovery.

 

 

“Perkiraan wisata domestik mengalami pemulihan 1-2 tahun lebih cepat jika dibandingkan dengan wisata ke luar negeri. Wisata internasional pulih pada akhir 2022 atau awal 2023,” jelas Luhut dalam keterang annya kemarin.

 

 

Oleh karena itu, pemerintah berupaya melakukan terobosan untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mempercepat pembangunan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) , yakni Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Likupang, dan Labuan Bajo.

 

 

 

 

(Mir/Ins/Ant/X-3)

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung